Jenis Bola Futsal Pengaruhi Performa Atlet dan Kualitas Permainan

Jenis Bola Futsal Pengaruhi Performa Atlet dan Kualitas Permainan

Terms & Conditions

  • 10 May, 2021

Olahraga tenis mengenal jenis lapangan  tanah liat,  seperti lapangan untuk turnamen Roland Garros, di Perancis dan lapangan rumput, seperti dalam ajang Wimbledon, Inggris.

Tidak banyak petenis dunia sukses di dua turnamen ini, karena karakter lapangan berbeda memerlukan kemampuan teknis yang berbeda pula.

Rafael Nadal,  satu dari sedikit atlet tenis yang pernah meraih gelar di dua jenis lapangan berbeda. Bahkan legenda tenis putri Martina Navratilova hanya dua kali menjuarai Perancis Terbuka yang digelar di Roland Garros, berbanding sembilan kali menjuarai kejuaraan Wimbledon yang dilaksanakan di lapangan rumput.

FIFA Futsal Law of The Game (LOTG) 2020/2021 artikel 2 mengatur bola yang digunakan dalam pertandingan, LOTG sudah menetapkan standar yang harus dipenuhi terkait penggunaan bola untuk pertandingan futsal.

Ayat pertama LOTG tersebut, bola yang digunakan harus bulat, terbuat dari bahan yang sesuai, yaitu lingkar antara 62 hingga 64 cm, berat 400 hingga 440 gram ketika memulai pertandingan. Tekanan udaranya antara 0,6 hingga 0,7 atm (600-900 gram/cm) di atas permukaan laut.

Selain itu bola tidak boleh memantul lebih rendah dari 50 cm atau lebih tinggi dari 65 cm pada pantulan pertama ketika dijatuhkan dari ketinggian 2 meter.

Bola-bola yang digunakan dalam pertandingan atau kompetisi resmi harus mendapatkan standar dengan label FIFA Quality Pro, FIFA Quality, atau Standar Pertandingan Internasional (IMS).

Selain persyaratan seperti yang diatur LOTG pemilihan jenis bola harus diperhatikan untuk menjaga performa dan kualitas pertandingan.

Berdasarkan proses produksi, ada dua jenis bola futsal, yaitu bola yang dibuat dengan proses  penjahitan dan proses pressing.  Bola futsal yang dibuat dengan proses penjahitan lebih lembut dan empuk. Bola jenis ini tidak terlalu keras ketika disundul atau ditendang.

Meski bola jenis ini lembut dan empuk, bola yang diproduksi dengan proses penjahitan biasanya lebih cepat rusak. Itulah sebabnya, jika akan sering digunakan, bola jenis ini tidak direkomendasikan.

Sementara untuk bola futsal yang dibuat dengan cara pressing, secara umum memiliki kualitas yang lebih kuat. Bola jenis ini memiliki pantulan yang lebih mudah dikontrol.

Berdasar bahan, bola futsal terbuat dari karet, polyurethane, atau polyvinyl chloride. Bola berbahan karet, biasanya digunakan untuk permainan sehari-hari. Bola dengan  material polyurethane atau polyvinyl chloride lebih kuat. 

Bola berbahan polyurethane memiliki kualitas yang bagus, tahan paparan air. Sementara bola berhahan  polyvinyl chloride lebih ringan dan awet.

Pelatih tim Red Manguni, Sayan Karmadi sepakat, jenis bola dapat mempengaruhi kualitas permainan. Coach Sayan menyebutkan, jenis lapangan harus diperhatikan dalam pemilihan bola.

Di Indonesia, kebanyakan lapangan futsal terbuat bahan vinyl dan rumput sintetis. Menurut Coach Ken, tiap jenis lapangan itu membutuhkan bola berbeda agar performa permainan, termasuk performa atlet maksimal.

"Setiap lapangan pasti berbeda karena dari pantulan dan juga kecepatan bola pasti akan berbeda dari setiap lapangan. Oleh karenya, jenis bola yang digunakan akan berbeda sesuai karakteristik lapangan," katanya.

Terpisah, pelatih klub Young Rior, Azhar Rahman mengatakan, dalam setiap pertandingan, pihaknya senantiasa berupaya berkomunikasi dengan penyelenggara untuk mendapatkan informasi terkait spesifikasi teknis lapangan.  Tidak sedikit penyelenggara  mengabaikan spesifikasi lapangan. Pemilihan bola sesuai karakter lapangan  mempengaruhi performa permainan.

"Sangat penting bagi kita seorang pelatih mengetahui tentang jenis bola yang akan dipakai saat latihan sebab akan berdampak pada saat pertandingan nanti. Seharusnya panitia atau penyelenggara pertandingan memastikan penggunaan bola saat pertandingan sudah sesuai dengan kondisi lapangan," kata Azhar.

Pemilihan jenis bola menentukan kualitas passing, dribbling, maupun tembakan, serta membuat  pertandingan menjadi  berkualitas sehingga dapat dinikmati penonton.

Seorang atlet  harus mampu beradaptasi dengan baik, sehingga selalu siap bermain maksimal walaupun menggunakan bola berbeda sesuai jenis lapangannya.

Jenis Bola Futsal Pengaruhi Performa Atlet dan Kualitas Permainan

Jenis Bola Futsal Pengaruhi Performa Atlet dan Kualitas Permainan

By Admin

  • Monday, 10 May 2021

Olahraga tenis mengenal jenis lapangan  tanah liat,  seperti lapangan untuk turnamen Roland Garros, di Perancis dan lapangan rumput, seperti dalam ajang Wimbledon, Inggris.

Tidak banyak petenis dunia sukses di dua turnamen ini, karena karakter lapangan berbeda memerlukan kemampuan teknis yang berbeda pula.

Rafael Nadal,  satu dari sedikit atlet tenis yang pernah meraih gelar di dua jenis lapangan berbeda. Bahkan legenda tenis putri Martina Navratilova hanya dua kali menjuarai Perancis Terbuka yang digelar di Roland Garros, berbanding sembilan kali menjuarai kejuaraan Wimbledon yang dilaksanakan di lapangan rumput.

FIFA Futsal Law of The Game (LOTG) 2020/2021 artikel 2 mengatur bola yang digunakan dalam pertandingan, LOTG sudah menetapkan standar yang harus dipenuhi terkait penggunaan bola untuk pertandingan futsal.

Ayat pertama LOTG tersebut, bola yang digunakan harus bulat, terbuat dari bahan yang sesuai, yaitu lingkar antara 62 hingga 64 cm, berat 400 hingga 440 gram ketika memulai pertandingan. Tekanan udaranya antara 0,6 hingga 0,7 atm (600-900 gram/cm) di atas permukaan laut.

Selain itu bola tidak boleh memantul lebih rendah dari 50 cm atau lebih tinggi dari 65 cm pada pantulan pertama ketika dijatuhkan dari ketinggian 2 meter.

Bola-bola yang digunakan dalam pertandingan atau kompetisi resmi harus mendapatkan standar dengan label FIFA Quality Pro, FIFA Quality, atau Standar Pertandingan Internasional (IMS).

Selain persyaratan seperti yang diatur LOTG pemilihan jenis bola harus diperhatikan untuk menjaga performa dan kualitas pertandingan.

Berdasarkan proses produksi, ada dua jenis bola futsal, yaitu bola yang dibuat dengan proses  penjahitan dan proses pressing.  Bola futsal yang dibuat dengan proses penjahitan lebih lembut dan empuk. Bola jenis ini tidak terlalu keras ketika disundul atau ditendang.

Meski bola jenis ini lembut dan empuk, bola yang diproduksi dengan proses penjahitan biasanya lebih cepat rusak. Itulah sebabnya, jika akan sering digunakan, bola jenis ini tidak direkomendasikan.

Sementara untuk bola futsal yang dibuat dengan cara pressing, secara umum memiliki kualitas yang lebih kuat. Bola jenis ini memiliki pantulan yang lebih mudah dikontrol.

Berdasar bahan, bola futsal terbuat dari karet, polyurethane, atau polyvinyl chloride. Bola berbahan karet, biasanya digunakan untuk permainan sehari-hari. Bola dengan  material polyurethane atau polyvinyl chloride lebih kuat. 

Bola berbahan polyurethane memiliki kualitas yang bagus, tahan paparan air. Sementara bola berhahan  polyvinyl chloride lebih ringan dan awet.

Pelatih tim Red Manguni, Sayan Karmadi sepakat, jenis bola dapat mempengaruhi kualitas permainan. Coach Sayan menyebutkan, jenis lapangan harus diperhatikan dalam pemilihan bola.

Di Indonesia, kebanyakan lapangan futsal terbuat bahan vinyl dan rumput sintetis. Menurut Coach Ken, tiap jenis lapangan itu membutuhkan bola berbeda agar performa permainan, termasuk performa atlet maksimal.

"Setiap lapangan pasti berbeda karena dari pantulan dan juga kecepatan bola pasti akan berbeda dari setiap lapangan. Oleh karenya, jenis bola yang digunakan akan berbeda sesuai karakteristik lapangan," katanya.

Terpisah, pelatih klub Young Rior, Azhar Rahman mengatakan, dalam setiap pertandingan, pihaknya senantiasa berupaya berkomunikasi dengan penyelenggara untuk mendapatkan informasi terkait spesifikasi teknis lapangan.  Tidak sedikit penyelenggara  mengabaikan spesifikasi lapangan. Pemilihan bola sesuai karakter lapangan  mempengaruhi performa permainan.

"Sangat penting bagi kita seorang pelatih mengetahui tentang jenis bola yang akan dipakai saat latihan sebab akan berdampak pada saat pertandingan nanti. Seharusnya panitia atau penyelenggara pertandingan memastikan penggunaan bola saat pertandingan sudah sesuai dengan kondisi lapangan," kata Azhar.

Pemilihan jenis bola menentukan kualitas passing, dribbling, maupun tembakan, serta membuat  pertandingan menjadi  berkualitas sehingga dapat dinikmati penonton.

Seorang atlet  harus mampu beradaptasi dengan baik, sehingga selalu siap bermain maksimal walaupun menggunakan bola berbeda sesuai jenis lapangannya.