Fisio Timnas: Hindari Cedera, Atlet Harus Konsisten Latihan selama Ramadan

Fisio Timnas: Hindari Cedera, Atlet Harus Konsisten Latihan selama Ramadan

Terms & Conditions

  • 22 April, 2021

Puasa Ramadan adalah momen yang dinantikan umat Islam di seluruh penjuru dunia. Saat berpuasa umumnya orang akan menyesuaikan aktivitas sehari-hari karena pola asupan gizi yang berubah.

Problem ini juga dialami oleh atlet yang berpuasa. Namun, sejumlah literasi menyebutkan bahwa problem asupan gizi atlet dapat disiasati sepanjang karbohidrat, protein dan cairan dapat dipenuhi dengan baik.

Fisio Timnas Futsal Indonesia, Fortunella Levyana mengatakan, selain problem asupan, ada hal lain yang tidak kalah penting dan harus menjadi perhatian para atlet, yakni kebugaran.

Menurut wanita yang lebih akrab dipanggil Nella, meskipun tidak sedang menghadapi pertandingan, atlet harus senantiasa menjaga kebugaran dengan melakukan latihan lebih kurang 150 menit per minggu. Bila konsisten hasilnya akan lebih baik dibanding latihan yang lebih lama namun tidak terjadwal.

"Drillnya seperti lari cepat, jogging atau weight training seperti squat, plank, push up dan lainnya yang hanya menompang berat tubuhnya sendiri, walaupun hanya 30 menit sehari apabila dilakukan rutin dan konsisten tentu hasilnya akan lebih baik," katanya.

Nella mengatakan, latihan pada masa puasa ini penting bagi atlet untuk menjaga kebugaran yang dapat meminimalkan resiko cedera mengingat olahraga futsal, adalah olahraga dengan agility atau kelincahan tinggi.

Menurut mantan Fisio salah satu klub sepakbola di Malaysia itu, latihan yang dimaksud juga dapat menjaga persentase lemak tubuh pemain, dan akan mempengaruhi kelenturan pemain untuk menghindari benturan yang dapat menyebabkan cedera.

"Itulah yang membuat Coach Ken selalu meminta dokter tim untuk memonitor komposisi tubuh pemain. Terutama persentase lemak tubuh pemain karena semakin proposional persentase lemak tubuh pemain maka pemain akan semakin baik pula kemampuan agility-nya," pungkasnya.

Fisio Timnas: Hindari Cedera, Atlet Harus Konsisten Latihan selama Ramadan

Fisio Timnas: Hindari Cedera, Atlet Harus Konsisten Latihan selama Ramadan

By Admin

  • Thursday, 22 April 2021

Puasa Ramadan adalah momen yang dinantikan umat Islam di seluruh penjuru dunia. Saat berpuasa umumnya orang akan menyesuaikan aktivitas sehari-hari karena pola asupan gizi yang berubah.

Problem ini juga dialami oleh atlet yang berpuasa. Namun, sejumlah literasi menyebutkan bahwa problem asupan gizi atlet dapat disiasati sepanjang karbohidrat, protein dan cairan dapat dipenuhi dengan baik.

Fisio Timnas Futsal Indonesia, Fortunella Levyana mengatakan, selain problem asupan, ada hal lain yang tidak kalah penting dan harus menjadi perhatian para atlet, yakni kebugaran.

Menurut wanita yang lebih akrab dipanggil Nella, meskipun tidak sedang menghadapi pertandingan, atlet harus senantiasa menjaga kebugaran dengan melakukan latihan lebih kurang 150 menit per minggu. Bila konsisten hasilnya akan lebih baik dibanding latihan yang lebih lama namun tidak terjadwal.

"Drillnya seperti lari cepat, jogging atau weight training seperti squat, plank, push up dan lainnya yang hanya menompang berat tubuhnya sendiri, walaupun hanya 30 menit sehari apabila dilakukan rutin dan konsisten tentu hasilnya akan lebih baik," katanya.

Nella mengatakan, latihan pada masa puasa ini penting bagi atlet untuk menjaga kebugaran yang dapat meminimalkan resiko cedera mengingat olahraga futsal, adalah olahraga dengan agility atau kelincahan tinggi.

Menurut mantan Fisio salah satu klub sepakbola di Malaysia itu, latihan yang dimaksud juga dapat menjaga persentase lemak tubuh pemain, dan akan mempengaruhi kelenturan pemain untuk menghindari benturan yang dapat menyebabkan cedera.

"Itulah yang membuat Coach Ken selalu meminta dokter tim untuk memonitor komposisi tubuh pemain. Terutama persentase lemak tubuh pemain karena semakin proposional persentase lemak tubuh pemain maka pemain akan semakin baik pula kemampuan agility-nya," pungkasnya.