Coach Eko Prabowo, Bicara tentang Pentingnya Recovery bagi Atlet Futsal

Coach Eko Prabowo, Bicara tentang Pentingnya Recovery bagi Atlet Futsal

Terms & Conditions

  • 29 May, 2021

Recovery atau pemulihan kondisi tubuh sebelum pertandingan sangat penting bagi  atlet dan pelatih futsal.

Eko Prabowo, Pelatih Fisik Tim Futsal Cosmo FC mengatakan,  atlet dan pelatih harus memahami seluk beluk recovery agar mendapatkan hasil atau prestasi terbaik. Pemulihan harus menjadi bagian dari program latihan. 

“Saat menjalankan program latihan yang berat selama fase persiapan ataupun saat fase pertandingan,  recovery dibutuhkan karena berhubungan erat dengan kembalinya kondisi tubuh ke keadaan sebelum pertandingan. Setiap atlet futsal harus melakukan recovery dengan baik agar memperoleh penampilan yang maksimal dan optimal” ujar coach Eko yang juga dosen di UNJ.

Recovery dapat menggambarkan kondisi kebugaran jasmani,  berkaitan dengan fungsi jantung, paru-paru, pembuluh darah dan metabolisme di otot.

Ketika para atlet futsal berlatih dan bertanding, mereka terdampak secara fisiologis maupun psikologis. Oleh karena itu atlet dituntut untuk menyeimbangkan latihan dengan gaya hidup sehat serta istirahat. 

Ada dua metode recovery, pasif dan aktif.  Recovery pasif dilakukan dengan  berdiam diri, tidak melakukan aktivitas fisik apapun. Istirahat total. Duduk, terlentang atau tiduran. Sedangkan recovery  aktif,  atlet tidak berdiam diri tetapi tetap beraktivitas dengan intensitas sangat ringan (20% DNM) sampai ringan (50% DNM) seperti jogging dan berjalan. 

Panduan recovery untuk atlet futsal:

  • Sebelum pertandingan, Satu  hari sampai  dua  hari  menjelang  pertandingan,  rileksasi  syaraf  otot  dan psikologis merupakan perhatian utama. Gunakan teknik psychotonic training, balneo-hydrotherapy, massage,  istirahat aktif  dan pasif (tidur 10 jam). Tidak kurang dari 4 jam untuk makanan yang mengandung  lemak dan protein hewani; tidak kurang dari 3 jam untuk protein ikan; tidak kurang dari  1-2 jam untuk karbohidrat. Diet buah-buahan, cairan, dan sayur-sayuran  yang kaya mineral, alkalin dan vitamin. Konsumsi jenis makanan seperti roti dan sayuran  yang terlalu banyak akan menimbulkan terjadinya gas yang berlebihan. Atlet tidak  diperkenankan minum minuman yang mengandung alkohol dan soda.
  • Saat pertandingan, Di antara event, pertandingan, turun minum, dapat menggunakan teknik  recovery yang bisa memberikan efek tenang pada  syaraf psikologis maupun berbagai macam  fungsi  fisiologis.  Sambil  menyiapkan diri memasuki babak berikutnya, atlet dapat minum sari buah dengan sedikit glukosa (20 gram) dan garam, untuk mengganti apa yang telah terbuang selama babak pertama. Self-massage selama 5  menit dapat memberikan rasa rileks pada kelompok otot utama. 
  • Setelah Pertandingan, Kegiatan  fisik  di  akhir  pertandingan  tidak  harus  dihentikan  secara  total. Melanjutkan aktivitas dengan intensitas  rendah (misalnya jogging ringan) penting untuk membantu mengeliminasi metabolisme berlebihan dari sel otot. Untuk cabang olahraga anaerobik, utang oksigen yang dialami selama pertandingan akan diganti pada  menit-menit awal setelah pertandingan selesai. Menambah latihan ringan selama 10-15 menit sangat penting dalam recovery, di samping dapat dilakukan dengan metode lain seperti hydrotherapy 15 menit, aeroiontherapy, rileksasi psikologis. 

Pemain Timnas Futsal Indonesia dari klub  Bintang Timur Surabaya, Mochammad Iqbal Rahmattulah Iskandar  mengatakan, sebelum pertandingan ia biasa melakukan pemanasan yang serius dan optimal agar otot-otot siap untuk berkerja keras.

Meskipun demikian ia pernah mengalami cidera engkel cukup serius ketika mengikuti  AFF Futsal Championship di Yogyakarta pada 2018.

“Waktu pertandingan di Grup Penyisihan versus Malaysia saya mengalami salah tumpuan saat berlari sehingga engkel saya terkilir dan tidak bisa melanjutkan pertandingan. Menurut Fisioterapi tim saya mengalami partial tear atau ada masalah pada ligamen sendi pergelangan kaki. Waktu mendapat cedera itu saya merecovery engkel saya sekitar 3 bulanan sejak selesainya event itu.”

Menurut coach Eko, dengan menguasai teknik recovery dan desain recovery secara tepat, maka  regenerasi atlet lebih optimal, mengurangi resiko cidera dan menghindari  resiko overtraining.

Coach Eko Prabowo, Bicara tentang Pentingnya Recovery bagi Atlet Futsal

Coach Eko Prabowo, Bicara tentang Pentingnya Recovery bagi Atlet Futsal

By Admin

  • Saturday, 29 May 2021

Recovery atau pemulihan kondisi tubuh sebelum pertandingan sangat penting bagi  atlet dan pelatih futsal.

Eko Prabowo, Pelatih Fisik Tim Futsal Cosmo FC mengatakan,  atlet dan pelatih harus memahami seluk beluk recovery agar mendapatkan hasil atau prestasi terbaik. Pemulihan harus menjadi bagian dari program latihan. 

“Saat menjalankan program latihan yang berat selama fase persiapan ataupun saat fase pertandingan,  recovery dibutuhkan karena berhubungan erat dengan kembalinya kondisi tubuh ke keadaan sebelum pertandingan. Setiap atlet futsal harus melakukan recovery dengan baik agar memperoleh penampilan yang maksimal dan optimal” ujar coach Eko yang juga dosen di UNJ.

Recovery dapat menggambarkan kondisi kebugaran jasmani,  berkaitan dengan fungsi jantung, paru-paru, pembuluh darah dan metabolisme di otot.

Ketika para atlet futsal berlatih dan bertanding, mereka terdampak secara fisiologis maupun psikologis. Oleh karena itu atlet dituntut untuk menyeimbangkan latihan dengan gaya hidup sehat serta istirahat. 

Ada dua metode recovery, pasif dan aktif.  Recovery pasif dilakukan dengan  berdiam diri, tidak melakukan aktivitas fisik apapun. Istirahat total. Duduk, terlentang atau tiduran. Sedangkan recovery  aktif,  atlet tidak berdiam diri tetapi tetap beraktivitas dengan intensitas sangat ringan (20% DNM) sampai ringan (50% DNM) seperti jogging dan berjalan. 

Panduan recovery untuk atlet futsal:

  • Sebelum pertandingan, Satu  hari sampai  dua  hari  menjelang  pertandingan,  rileksasi  syaraf  otot  dan psikologis merupakan perhatian utama. Gunakan teknik psychotonic training, balneo-hydrotherapy, massage,  istirahat aktif  dan pasif (tidur 10 jam). Tidak kurang dari 4 jam untuk makanan yang mengandung  lemak dan protein hewani; tidak kurang dari 3 jam untuk protein ikan; tidak kurang dari  1-2 jam untuk karbohidrat. Diet buah-buahan, cairan, dan sayur-sayuran  yang kaya mineral, alkalin dan vitamin. Konsumsi jenis makanan seperti roti dan sayuran  yang terlalu banyak akan menimbulkan terjadinya gas yang berlebihan. Atlet tidak  diperkenankan minum minuman yang mengandung alkohol dan soda.
  • Saat pertandingan, Di antara event, pertandingan, turun minum, dapat menggunakan teknik  recovery yang bisa memberikan efek tenang pada  syaraf psikologis maupun berbagai macam  fungsi  fisiologis.  Sambil  menyiapkan diri memasuki babak berikutnya, atlet dapat minum sari buah dengan sedikit glukosa (20 gram) dan garam, untuk mengganti apa yang telah terbuang selama babak pertama. Self-massage selama 5  menit dapat memberikan rasa rileks pada kelompok otot utama. 
  • Setelah Pertandingan, Kegiatan  fisik  di  akhir  pertandingan  tidak  harus  dihentikan  secara  total. Melanjutkan aktivitas dengan intensitas  rendah (misalnya jogging ringan) penting untuk membantu mengeliminasi metabolisme berlebihan dari sel otot. Untuk cabang olahraga anaerobik, utang oksigen yang dialami selama pertandingan akan diganti pada  menit-menit awal setelah pertandingan selesai. Menambah latihan ringan selama 10-15 menit sangat penting dalam recovery, di samping dapat dilakukan dengan metode lain seperti hydrotherapy 15 menit, aeroiontherapy, rileksasi psikologis. 

Pemain Timnas Futsal Indonesia dari klub  Bintang Timur Surabaya, Mochammad Iqbal Rahmattulah Iskandar  mengatakan, sebelum pertandingan ia biasa melakukan pemanasan yang serius dan optimal agar otot-otot siap untuk berkerja keras.

Meskipun demikian ia pernah mengalami cidera engkel cukup serius ketika mengikuti  AFF Futsal Championship di Yogyakarta pada 2018.

“Waktu pertandingan di Grup Penyisihan versus Malaysia saya mengalami salah tumpuan saat berlari sehingga engkel saya terkilir dan tidak bisa melanjutkan pertandingan. Menurut Fisioterapi tim saya mengalami partial tear atau ada masalah pada ligamen sendi pergelangan kaki. Waktu mendapat cedera itu saya merecovery engkel saya sekitar 3 bulanan sejak selesainya event itu.”

Menurut coach Eko, dengan menguasai teknik recovery dan desain recovery secara tepat, maka  regenerasi atlet lebih optimal, mengurangi resiko cidera dan menghindari  resiko overtraining.